“When You Say Nothing At All”
Di tanggal ini, beberapa bulan yang lalu. Ada sepasang anak manusia yang setuju untuk saling membuka hati dan memberikannya cinta. Mereka berpegangan tangan sambil membuka lembaran baru. Mereka terlihat serasi dan bahagia. Mereka itu kita.
Rasa bahagiaku ini memang Tuhan yang ciptakan, tapi kamu yang melakukannya, sayang.
Waktu pun berlalu. Mereka yang awalnya saling menyayangi memutuskan untuk saling menyakiti. Mereka dikalahkan oleh ego. Dan sekarang mereka pura-pura tertawa bahagia. Mereka itu kita.
Ternyata hubungan itu bukan berapa lama mereka sudah bersama-sama, tetapi sudah berapa jauh mereka saling memahami satu sama lainnya.
Mungkin nanti Tuhan mempertemukan mereka kembali. Ntah kapan.
Selamat sore, sayang.
“Gw ke tempat lo ya, bagi minum.”
Ini kata-kata yang jadi favorit aku akhir-akhir ini. Dan..
“Ah ALASAN!”
Itu jawaban yang selalu kamu jawab.
Pintu tol sentul city sengaja aku lewatin hanya untuk segelas air putih dari rumah kamu yang tak jauh dari pintu tol Bogor. Padahal tol sentul ke rumahku itu tidak begitu jauh. Dan kamu tahu itu.
Sama seperti hari-hari berikutnya, aku kesana lagi. Dan tetap alasannya, “Hauusss…”, sambil aku nyengir, dan kamu menjawab “Dasar musafir..”. Tapi setelah itu kita saling bercanda dan ngobrol-ngobrol ringan tentang kejadian hari ini.
Iya, cuma kamu yang bisa bikin aku tertawa disaat seperti ini. Kamu tau kenapa aku tidak pernah membawa botol minuman di mobil? Itu karena, aku nanti tidak punya alasan lagi untuk ketempat kamu. Jadi, siapkan segelas air putih nanti malam ya.. Aku hauss.. ;)
Sayang,
Kamu tidak perlu ketuk hati ini lagi, masuk saja. Hati ini memang cuma kamu saja yang boleh isi.
Kamu tidak usah khawatirin mereka, di depan pintuku sudah jelas tertulis, “Selain Kamu, Dilarang Masuk!”.
Iya aku keras kepala, karena aku tau kalau kamu pasti akan datang. Dan memang benar kamu datang.
Kehadiran kamu itu selalu bikin aku tenang. Kamu duduk manis disebelah aku saja, aku sudah merasa aman.
Terimakasih ya, Sayang..
Dan aku berjanji tidak akan marah ketika kamu datang terlambat.
Teruntuk, @kharisvan
Draft: I want you to be happy with me.
Send: I want you to be happy with him :)
"